Hipokalsemia, atau disebut juga penyakit kekurangan kalsium, adalah sebuah penyakit saat level kalsium dalam darah lebih rendah dari batas normal. Penyakit ini baru dapat dikenali pada waktu yang cukup lama karena bersifat asimtomatik dan tidak ada gejala khusus. 

Banyak orang baru menyadari penyakit ini ketika melakukan skrining kesehatan atas penyakit lain. Gejala-gejala yang dialami pun terbilang ringan, padahal penyakit ini bisa membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. Lantas apa saja bahaya Hipokalsemia? Apa gejalanya dan apakah ada cara aman dan mudah untuk mengatasinya? Baca selengkapnya di sini. 

Artikel ini dipersembahkan oleh Biocalci, yang merupakan suplemen kalsium organik + Ester C dilengkapi dengan Vitamin D3 untuk membantu menjaga kesehatan tulang. Selain itu, kalsium organik, vitamin D3, dan  ester-C tidak bersifat asam.

Pentingnya menjaga kadar kalsium dalam darah

Kalsium tidak hanya dibutuhkan oleh tulang, tapi mineral ini juga memegang peran penting dalam meregulasi detak jantung normal, pembekuan darah, fungsi saraf dan juga kesehatan gigi. Jika tubuh kekurangan kalsium, otomatis kalsium akan diambil dari tulang. 

Kurangnya kadar kalsium dalam darah bisa mempengaruhi fungsional jantung, darah, saraf sehingga meningkatkan resiko penyakit Hipokalsemia. Berkurangnya kalsium bisa disebabkan oleh rendahnya asupan makanan yang tinggi kalsium, perubahan hormonal, dan ekskresi kalsium berlebih yang dikeluarkan melalui urin. 

Gejala Hipokalsemia

Gejala Hipokalsemia meliputi:

  • Kram otot pada punggung dan kaki
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
  • Detak jantung tidak normal
  • Sulit bernapas
  • Kulit kering dan kuku rapuh
  • Rambut kasar
  • Kebingungan dan hilang ingatan
  • Depresi 
  • Halusinasi
  • Tanda Chvostek (kedutan pada otot di sekeliling mulut)

Dampak Hipokalsemia

Saat Anda menderita Hipokalsemia, dampaknya bisa sejalan dengan osteoporosis. Hipokalsemia bisa meningkatkan resiko terkena osteoporosis sehingga memunculkan komplikasi di bawah ini:

  • Disabilitas fisik
  • Patah tulang 
  • Sulit berjalan

Cara mencegah dan meringankan gejala Hipokalsemia

Untuk mencegah Hipokalsemia terjadi, Anda perlu menjaga dan mengontrol kadar kalsium Anda. Anda bisa memulai dengan makanan atau minuman tinggi kalsium seperti susu, yogurt, kedelai, dan sayuran hijau. 

Namun tetap jaga diet harian Anda, jangan sampai kadar kalsium dalam darah Anda melebihi batas normal karena bisa terkena penyakit Hiperkalsemia. Terlalu banyak kalsium dalam darah bisa mengurangi kepadatan tulang, membentuk batu ginjal dan memengaruhi cara kerja otak. 

Selain makanan dan minuman tinggi kalsium, Anda juga dapat memenuhi asupan vitamin D harian. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan jumlah kalsium yang diserap ke dalam darah. Penuhi vitamin D harian Anda dengan berjemur atau makan makanan kaya vitamin D seperti salmon, tuna, sarden dan kuning telur. 

Selain itu, minum suplementasi kalsium juga bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium Anda. Pilihlah suplementasi kalsium organik seperti Biocalci. Biocalci adalah suplemen kalsium organik yang juga mengandung Ester-C dan vitamin D3 yang bantu memelihara kesehatan tulang dan tidak bersifat asam. 

Menurut WebMD, suplemen kalsium yang mengandung vitamin D akan membantu tubuh menyerap kalsium lebih baik. 

Jika gejala Hipokalsemia tidak berangsur membaik, segera kunjungi tenaga kesehatan profesional di sekitar Anda untuk penanganan lebih lanjut. 

Apakah aman mengonsumsi suplemen kalsium?

Suplemen kalsium umumnya bersifat aman, terutama kepada orang yang memiliki beberapa masalah kesehatan seperti lactose intolerant, vegan dan memiliki masalah pencernaan sehingga mengurangi penyerapan kalsium dengan membuang lebih banyak kalsium melalui urin. 

Untuk mengetahui kebutuhan kalsium Anda sehari-hari konsultasikan hal ini kepada dokter. Jika Anda mengalami masalah kesehatan dan perubahan gaya hidup, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk meminum suplementasi. 

Ditinjau oleh: dr. Putri Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published.