Terapi kretek atau yang dikenal secara medis sebagai chiropractic adalah terapi yang bertujuan untuk mengembalikan posisi tulang, saraf, otot, dan ligamen ke posisi normal. Tapi meskipun terapi ini dilakukan oleh ahlinya, tidak semua orang bisa menerima terapi ini karena sangat beresiko untuk kesehatan. Apa saja resiko kesehatan yang muncul akibat terapi kretek? 

Artikel ini dipersembahkan oleh Biocalci, suplemen kalsium organik yang lebih mudah diserap oleh tubuh untuk memelihara kesehatan tulang, karena dilengkapi dengan Vitamin D3 dan Ester-C.

Terapi kretek bukan terapi medis

Praktisi terapi kretek disebut chiropractor dan mereka harus melewati proses yang cukup lama untuk mendapatkan lisensi chiropractor. Mereka harus dari lulusan sarjana ilmu sains (biologi, kimia, dan fisika) dan melanjutkan ke program chiropractic selama 4 tahun, dengan total keseluruhan yaitu 8 tahun. 

Belum sampai di situ, calon-calon ahli chiropractic masih harus melewati serangkaian tes untuk mendapatkan lisensi praktek. 

Pun, chiropractic sendiri bukanlah disiplin ilmu dari bidang Kedokteran. Bahkan Dokter Spesialis Bedah Orthopedi & Traumatologi dr. Didik Librianto, SpOT(K)-Spine, menyebutkan bahwa terapi kretek ini dapat dikatakan sebagai pengobatan tradisional. Mereka yang melakukan praktek chiropractic “hanya” belajar dari kursus, berbeda dengan fisioterapi dan ortopedi yang merupakan disiplin ilmu sehingga dijamin keamanannya. 

Hanya sebagai pengobatan pendamping

Di negara-negara Barat di mana terapi ini berasal, terapi ini digunakan sebagai pengobatan alternatif atau pendamping untuk mengurangi masalah-masalah otot dan sendi, dengan melakukan metode manipulasi tulang belakang. 

Jika Anda mengalami nyeri punggung atau nyeri pada area leher, sebaiknya berkonsultasi dulu kepada dokter mengenai penyebab nyeri punggung atau leher yang Anda alami. Dari situ, dokter akan memberi tahu apakah Anda bisa atau tidak menjalani terapi chiropractic

Mereka dengan kondisi kesehatan seperti di bawah ini tidak dianjurkan untuk menjalani terapi chiropractic.

  • Patah tulang
  • Osteoporosis
  • Penyakit tulang dan infeksi
  • Peradangan sendi seperti rheumatoid arthritis
  • Infeksi pada sistem saraf

Masih sedikitnya bukti ilmiah

Meskipun terapi kretek tampaknya bisa mengatasi nyeri tulang belakang, namun tidak banyak penelitian yang mendukung efektivitas terapi ini secara medis. Misalkan pada sebuah studi yang dipublikasikan oleh Harvard University pada tahun 2019, menyebutkan bahwa manfaat terapi kretek hanya bertahan enam minggu. 

Efek samping dari terapi ini justru dilaporkan lebih umum dijumpai, seperti:

  • Sakit pada area yang dirawat
  • Tubuh menjadi kaku
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Stroke

Penyebab nyeri punggung

  • Posisi duduk yang salah
  • Terlalu lama berada pada posisi yang sama
  •  Berolahraga
  • Mengangkat beban terlalu berat
  • Aktivitas berlebihan tanpa istirahat
  • Penipisan tulang akibat osteoporosis

Untuk menghindari nyeri punggung, Anda harus memperhatikan kesehatan tulang Anda. Untuk menghindari penipisan tulang akibat osteoporosis, Anda harus rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalsium. 

Bila perlu konsumsi Biocalci satu tablet setiap hari, suplemen untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Biocalci mengandung komposisi kalsium organik yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Penyerapan kalsium yang lebih mudah akan membantu tulang Anda lebih sehat karena terpenuhinya kebutuhan kalsium harian. 

Biocalci juga mengandung vitamin D3 dan Ester-C, kombo yang tidak bisa dipisahkan untuk mendapatkan tulang yang sehat. Pasalnya, vitamin D3 akan membantu penyerapan lebih optimal dan Ester-C akan mendukung produksi kolagen, nutrisi penting untuk kepadatan tulang.

Ditinjau oleh dr. Addina Witsqantidewi, BMedSci

Leave a Reply

Your email address will not be published.