Minum kopi merupakan rutinitas pagi mayoritas orang Indonesia. Selain karena kandungan kafein yang dapat mengusir rasa kantuk sehingga meningkatkan produktivitas, kopi juga memiliki rasa yang nikmat dan beragam. Kafein dapat menstimulasi kandungan adenosin dan hormon adrenalin sehingga menunda rasa kantuk.

Normalnya pada orang dewasa asupan harian kafein tidak boleh lebih dari 400mg, sementara satu cangkir kopi (500ml) memiliki kadar kafein 200mg. Artinya, orang dewasa hanya boleh meminum tidak lebih dari dua cangkir per hari. Meskipun kopi dapat meningkatkan performa Anda, tapi ternyata kopi memiliki efek samping yang cukup serius untuk kesehatan lho. 

Dampak Terlalu Sering Minum Kopi

Sekalipun kopi membawa segudang dampak positif bagi tubuh, tetapi terlalu sering minum kopi juga buruk bagi kesehatan. Terlalu sering minum kopi juga dapat memengaruhi kepadatan tulang Anda.

Seperti yang dilansir oleh Washington State University pada tahun 2014 dengan melibatkan wanita berusia 34-80 tahun, mengonsumsi kopi dapat meningkatkan kadar kalsium di urin sehingga mengurangi kadar kalsium dalam tubuh. Kopi juga akan mengurangi Bone Mineral Density (BMD) atau kepadatan tulang pada wanita lebih tua. Sementara pada wanita lebih muda  justru akan memperbaiki kepadatan tulang dalam tubuh.

Tidak hanya itu, mengonsumsi kopi lebih dari 2 cangkir per hari akan meningkatkan resiko   fraktur panggul atau hip fracture hingga 69%. Fraktur panggul adalah retakan pada tulang yang kadang menghasilkan bunyi saat bergerak. Retakan ini terdapat pada bagian atas tulang paha (femur) yang dekat dengan sendi panggul.

Tips Mengurangi Resiko Osteoporosis bagi Pecinta Kopi

Setelah mengetahui dampak yang mengincar, apakah masih aman mengonsumsi kopi?

Bagi Anda pecinta kopi, Anda tetap dapat mengonsumsi kopi tanpa rasa khawatir akan osteoporosis dan fraktur panggul dengan melakukan beberapa langkah seperti di bawah berikut. 

  1. Batasi asupan kafein Anda maksimal 400mg. Hal ini berlaku bukan hanya pada kopi tapi minuman dan makanan yang mengandung kafein seperti teh, minuman berenergi dan coklat. 
  2. Penuhi asupan nutrisi bagi tulang Anda dengan makan makanan tinggi kalsium seperti ikan salmon, brokoli dan bayam.
  3. Lakukan olahraga rutin minimal 2 kali seminggu. Kerentanan BMD terjadi saat tubuh jarang beraktivitas. Aktif berolahraga dapat mengoptimalkan penyerapan kalsium pada tulang Anda. 
  4. Bila perlu, bantu penuhi kebutuhan kalsium Anda dengan suplementasi. Pilihlah suplemen kalsium yang lebih tidak perih di lambung seperti Biocalci. Biocalci memiliki kandungan vitamin Ester-C yang bersifat tidak asam dan membantu penyerapan kalsium lebih baik pada tulang.

Artikel ini dipersembahkan oleh Biocalci, yang merupakan suplemen kalsium organik + Ester C dilengkapi dengan Vitamin D3 untuk membantu menjaga kesehatan tulang. Selain itu, kalsium organik, Ester C, dan Vitamin D3, juga bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.