Indonesia sudah memiliki sejarah yang kental terhadap kebiasaan minum teh. Anda bisa menemukan berbagai jenis teh mulai dari warkop di pinggir jalan hingga restoran mewah; dari pagi hari, siang maupun malam. Kebiasaan minum teh umumnya dilakukan pada pagi hari atau sambil bersantai pada sore hari.  Salah satu jenis teh yang cukup populer dikonsumsi ialah teh hijau.

Keberadaan teh hijau di Indonesia kian terkenal sejak masuknya makanan Jepang ke restoran-restoran menengah ke atas. Karena popularitasnya ini, istilah ‘ocha’ (teh) dalam bahasa Jepang, mengacu pada teh hijau yang banyak dikonsumsi oleh orang Jepang.

Selain dari rasanya yang digemari, mengonsumsi teh hijau juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Lalu apa saja manfaat tersebut? Simak artikel berikut.

Artikel ini dipersembahkan oleh Biocalci, yang merupakan suplemen kalsium organik + Ester C dilengkapi dengan Vitamin D3 untuk membantu menjaga kesehatan tulang. Selain itu, kalsium organik, ester C, dan vitamin D3, juga bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Meningkatkan Fungsi Otak

Sama seperti kopi, teh memiliki kandungan kafein yang dapat mengusir rasa kantuk. Kafein dapat menekan sel kimia dalam otak yaitu adenosin yang membantu penyaluran oksigen pada otak sehingga Anda cepat tertidur. Memblokir adenosin dapat mengusir rasa kantuk Anda. Namun apakah itu baik?

Jumlah kafein pada teh dinilai lebih rendah dibanding kopi. Anda dapat mengusir rasa kantuk tanpa takut akan dampak negatifnya pada tubuh seperti gelisah. Adenosin yang berlebih juga dihubungkan dengan peningkatan resiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Teh hijau akan meningkatkan konsentrasi dan memori Anda. 

Meningkatkan Suasana Hati

Teh mengandung senyawa L-theanine. Senyawa ini tidak diproduksi manusia secara alamiah namun melalui teh seperti teh hijau dan hitam dan jamur. L-theanine dapat menstimulasi beberapa senyawa kimia pada otak termasuk serotonin dan dopamine yang mengatur suasana hati, emosi dan tidur. Menurut studi dari Swiss, L-theanine juga dapat mengurangi gangguan kecemasan. 

Menurunkan Faktor Resiko Penyakit Jantung

Penyakit kardiovaskular (CVDs) atau penyakit yang berhubungan dengan jantung merupakan faktor utama penyebab kematian di dunia, dengan taksiran 32% mortalitas secara global. Penyakit jantung disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. 

Menurut studi, mengonsumsi teh hijau dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dalam tubuh secara signifikan. Sistolik dan diastolik ialah angka hasil rekaman tekanan darah, yang dipisah dengan garis miring. Selain tekanan darah, juga dapat mereduksi resiko diabetes tipe 2, dengan cara menurunkan kadar glukosa puasa dan kadar hemoglobin A1C.

Mencegah Osteoporosis

Mengonsumsi teh hijau juga bermanfaat untuk kesehatan tulang, yaitu mencegah osteoporosis. Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan mineral tulang dan massa tulang berkurang sehingga meningkatkan resiko terjadinya fraktur (patah tulang). Teh hijau mengandung fluoride, flavonoid dan fitoestrogen yang dapat memperlambat proses osteoporosis., 

Selain teh hijau, Anda dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tulang seperti kalsium, Ester-C dan vitamin D. Kandungan-kandungan nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan melalui Biocalci; suplemen kalsium organik, ester-C dan vitamin D3 untuk membantu menjaga kesehatan tulang,. 

Kalsium organik: nutrisi pembentukan tulang yang lebih mudah diserap

Ester-C: membantu proses pembentukan kolagen, zat penting untuk fleksibilitas tulang

Vitamin D: membantu penyerapan kalsium pada tulang

Efek Samping

Meskipun demikian, apa yang berlebihan hampir tidak pernah membawa kebaikan. Mengonsumsi teh hijau secara berlebih dapat mengakibatkan sakit kepala dan detak jantung tidak normal. Sebaiknya, konsumsi ekstrak green tea dengan takaran tidak lebih dari 200-500 mg per hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.